Sunday, 19 September 2010

Rela Dan Syukur Terhadap Ketetapan

Bersikap rela terhadap ketetapan Allah bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika yang terjadi tidak seperti yang kita harapkan. Taqdir Allah tak sama dengan keinginan. Keputusan Allah berbeda dengan rencana. Inilah ujian berat. Dengan rela kita yakin dibalik ujian pasti ada kasih sayang Allah, dibalik kesulitan pasti ada rahmat Allah, dibalik seberapapun yang dibagi Allah pasti ada rahasia yang terbaik untuk kita. Umar bin Khatab pernah berkata “Semua kebaikan itu berkumpul dalam kerelaan. Jika engkau sanggup maka hendaklah engkau rela. Jika tidak, maka bersabarlah”. Ali ra pun pernah berkata “Rela dengan keputusan Allah yang tidak menyenangkan, itulah keyakinan yang paling tinggi.”

Hikmah yang dapat dirasakan dengan bersikap rela terhadap ketetapan Allah adalah mendatangkan ketenangan, memberikan kekuatan untuk menghadapi berbagai macam kesulitan, dan menciptakan perasaan syukur.

Sebagaimana dikisahkan ada seorang sahabat Rosulullah saw yang bernama Saad bin Abi Waqash ra yang mengalami kebutaan, sedang mengunjungi kota Mekkah. Beliau terkenal dengan do’anya yang makbul. Lalu orang-orang berduyun-duyun menemuinya untuk meminta di do’akan. Abdullah bin Saib yang masih kanak-kanak bertanya “Engkau berdo’a untuk kebaikan orang lain, kenapa engkau tidak berdo’a untuk dirimu sendiri agar Allah mengembalikan penglihatanmu?” Saad bin Abi Waqash ra tersenyum dan berkata “Anakku, ketetapan Allah swt atas diriku lebih baik bagiku dari penglihatanku.”

Semoga Allah senantiasa menanamkan perasaan rela atas segala ketetapan-Nya dan melimpahkan keberkahan di dalamnya.

oleh: Titik Milasari

No comments: